Jumat, 07 Februari 2014

Transistor sebagai saklar

Salah satu fungsi transistor dalam dunia elektronika adalah dapat digunakan sebagai sebuah saklar otomatis yang sederhana. Pada transistor NPN, Penerapan transistor sebagai saklar dengan memanfaatkan karakteristik transistor yang akan kita gunakan dalam rangkaian tersebut. Karakteristik tersebut adalah dengan memanfaatkan arus basis (Ib), dimana sebuah transistor memiliki titik saturasi dan titik cutt off. Saturasi adalah keadaan dimana transistor aktif dan bekerja sehingga titik kaki colektor terhubung ke emitor, yang menyebabkan arus mengalir dari kolektor ke emitor. Keadaan cutt-off adalah keadaan dimana transistor mati dan antara kaki kolektor dan emitor tidak terhubung sehingga tidak ada arus yang mengalir dari kolektor ke emitor.

Pada bahan pembuat transistor yaitu Germanium dan Silikon, besar tegangan saturasi untuk kedua transistor tersebut telah ditentukan, untuk germanium 0,3 Volt dan 0,7 Volt untuk silikon. Dengan karakteristik tersebut rangkaian dapat mengatur besar kecil tegangan saturasi yang akan menentukan transistor on atau off. Rangkaian dasar pengaplikasian transistor sebagai saklar seperti pada gambar di bawah.

 
pada gambar di atas transistor masih dalam keadaan off (SW 1 terbuka) karena belum mendapat arus basis. sehingga belum ada tegangan yang masuk ke kaki basis sebagai pemicu aktifnya transistor.

pada gambar dibawah setelah SW 1 dalam keadaan tertutup maka arus dari batere akan megalir ke R1 membentuk tegangan basis sebesar 859,63 mV atau 0,859 Volt. tegangan tersebut memenuhi syarat untuk tegangan saturasi transistor Q1 sehingga transistor aktif. mengaktifkan relay (perhatikan posisi saklar relay berubah posisi). (by Mikha)


Konverter AC ke DC

Konverter AC Ke DC
Konvertr AC ke DC atau yang juga disebut sebagai penyearah adalah sebuah rangkaian elektronika yang diguanakan untuk mengkonversi arus bolak-balik (Alternating current) menjadi arus searah (Direct current). Dalam proses konversi tersebut terdapat 3 tahapan agar didapatkan arus searah yang murni yaitu:

 

a. Proses rectivication. Adalah proses penyearahan arus bolak balik menjadi arus searah, dengan menggunakan dioda penyearah.

b. Proses filtering. Adalah proses pemyaringan arus searah yang didapatkan dari proses rectifier dengan menggunakan capasitor. Proses ini untuk menghilangkan riple/riak yang lolos dalam proses rectifier dan juga untuk memperbaiki kualitas daya.

c. Proses regulating. Proses regulasi/regulating digunakan untuk mendapatkan jumlah tegangan yang murni sesuai dengan tegangan yang dikehendaki untuk sesuai kebutuhan. Dalam proses ini digunakan IC regulator 78XX untuk regulasi tegangan DC positif dan 79XX untuk regulasi tegangan DC negatif.


Ketiga proses diatas dapat dilihat pada gambar di bawah. 



Tegangan keluaran yang dihasilka pada regulator ditentukan oleh IC regulator 78XX dan 79XX. Kode 05 berarti output 5 VDC, 09 = 9 VDC, 12= 12 VDC. Dan begitu pula dengan regulasi negativnya. (by mikh@)