Salah satu fungsi transistor dalam dunia elektronika adalah dapat
digunakan sebagai sebuah saklar otomatis yang sederhana. Pada transistor NPN, Penerapan
transistor sebagai saklar dengan memanfaatkan karakteristik transistor yang
akan kita gunakan dalam rangkaian tersebut. Karakteristik tersebut adalah
dengan memanfaatkan arus basis (Ib), dimana sebuah transistor memiliki titik
saturasi dan titik cutt off. Saturasi adalah keadaan dimana transistor aktif
dan bekerja sehingga titik kaki colektor terhubung ke emitor, yang menyebabkan
arus mengalir dari kolektor ke emitor. Keadaan cutt-off adalah keadaan dimana
transistor mati dan antara kaki kolektor dan emitor tidak terhubung sehingga
tidak ada arus yang mengalir dari kolektor ke emitor.
Pada
bahan pembuat transistor yaitu Germanium dan Silikon, besar tegangan saturasi
untuk kedua transistor tersebut telah ditentukan, untuk germanium 0,3 Volt dan
0,7 Volt untuk silikon. Dengan karakteristik tersebut rangkaian dapat mengatur
besar kecil tegangan saturasi yang akan menentukan transistor on atau off.
Rangkaian dasar pengaplikasian transistor sebagai saklar seperti pada gambar di
bawah.
pada gambar di atas transistor masih dalam keadaan off (SW 1 terbuka) karena belum mendapat arus basis. sehingga belum ada tegangan yang masuk ke kaki basis sebagai pemicu aktifnya transistor.
pada gambar dibawah setelah SW 1 dalam keadaan tertutup maka arus dari batere akan megalir ke R1 membentuk tegangan basis sebesar 859,63 mV atau 0,859 Volt. tegangan tersebut memenuhi syarat untuk tegangan saturasi transistor Q1 sehingga transistor aktif. mengaktifkan relay (perhatikan posisi saklar relay berubah posisi). (by Mikha)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar